Kamu
seperti api, yang membakarku. Api yang selalu dan akan meninggalkan bekas pada
apa yang dibakarnya. Api yang terlihat tak bertanggung jawab namun tak bisa tuk
dipersalahkan. Api selalu menghebohkan setiap yang melihatnya bahkan terpukau
oleh kobarannya. Api dengan cahayanya yang sulit tuk dipadamkan.
Cukup lama kita telah saling mengenal
dan menjalin kekerabatan. Setiap hari kita selalu bertemu, dan berkomunikasi.
Hingga suatu ketika aku menyadari ada sesuatu yang aneh denganku tentangmu. Awalnya
aku menganggap itu hanyalah permainan
semata diantara kita,namun ? Semakin lama aku pun tak mengerti, apakah ini
hanya perasaanku ataukah yang dinamakan cinta ? Semua terasa tak seperti
biasanya. Seperti mulai ada yang bergejolak dihati ini saat itu.
Dulunya aku berpikir, “aku takkan
pernah tersenyum lagi setelah luka itu.” Tapi setelah melihatmu.d apat ku
katakan, “Hanya kamu yang mampu membuatku tersenyum kembali setelah luka yang
ku rasakan.” Mungkin terlalu pagi bagiku tuk mendefinisikan apa yang ku rasa
saat itu. Tetapi aku tak mampu untuk berdusta kalau kamu hadir dalam hidupku,
seakan membawa cahaya sangat terang yang menunjukkan arah bagiku untuk
melangkah kembali. Kamu yang membuatku sejenak melupakan masa laluku.
Aku terus menahan
perasaan ini hingga aku tiba disuatu waktu. Disaat aku mulai nyaman bersamamu,
dan disaat aku mulai dapat mengartikan getaran hati ini. Namun disaat itu
jugalah kamu pergi. Sejujurnya, inilah yang ku takuti selama ini. Ketika aku
mulai mencintaimu seperti bagaimana aku mencintai masa laluku, disitulah kebahagiaan
yang mulai bersinar akan lenyap seketika tanpa meninggalkan bekas setitikpun.
Sesal pun terus ku rasakan, menyesali mengapa semua ini terjadi lagi. Semakin
aku menyesal, akupun semakin tenggelam dalam air deras. Hanya satu hal yang
mampu ku lakukan selain menyesali kepergianmu, ialah berdoa pada Sang Pemilik
bumi ini, untuk mempertemukan kita kembali. Aku cinta kamu , …..
Sekian ….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar