Selasa, 19 Juni 2012

terukir manis :)


Tawamu selalu membuatku tersenyum. Tersenyum walau kadang tak ada yang lucu ataupun menggelitik. Senyum yang mengembang di pipimu selalu memperindah setiap hariku. Sapaanmu takkan pernah ku lupakan walau kamu tak lagi disisiku. Suaramu yang selalu menjadi nada terindah untuk telinga ini. Akupun hanyalah aku, seseorang yang pernah selalu disisimu. Tak pernah ada ragu dihati ini mengenai kamu, hatiku tak pernah ragu untuk memilihmu. Kamu yang menguatkan aku untuk beberapa bulan, tetapi kamu jugalah yang membuatku terpuruk oleh kesedihan ini. Kita selalu berangan bersama untuk masa depan kita, selalu saling mendukung satu sama lain. Terus membawaku hanyut ke dalam mimpi yang kini tinggalah mimpi yang semu.
          Seperti badai, yang tiba-tiba menghancurkan segalanya, kamu mengucapkan itu dengan, “Bismillah.” Tampaknya kamu telah begitu yakin dengan hatimu untuk melepaskanku. Seperti datangnya tsunami, yang tidak meninggalkan sedikitpun bekas, kamu pun dengan polosmu berkata, “Kini kamu tak ada lagi dihatiku.” Dengan senyum yang ku paksakan untuk tegar, aku menerima dengan keikhlasan. Perbedaan itu kini semakin nyata saat kamu pergi. Perbedaan yang tidak akan pernah dapat dipersatukan seperti halnya air dan api. Sekeras apapun kita berusaha, takkan ada yang berubah dari perbedaan itu. Kamu dan aku berbeda walaupun dulunya kita bersama.
          Melupakanmu terlihat seperti kabut tebal tetapi itu lebih baik daripada jurang masa lalu kita, walaupun dibawah jurang itu terdapat taman yang begitu indah. Kita pernah bersama untuk beberapa waktu, mengarungi cinta tanpa peduli rintangan yang menghadang. Aku seperti selalu kuat saat kamu ada, dan terasa lemah saat kamu pergi. Cinta kita telah berakhir namun tidak dengan hatiku yang selalu memilihmu. Namamu kan selalu terukir manis dihidupku.

* Untukmu yang terkasih, yang telah jauh di pulau sulawesi bagian selatan
Yang kini telah berbahagia :”)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar