Jumat, 08 Juni 2012

tolong hentikan aku !


Tolong hentikan aku !

      Sudah cukup lama aku terjebak di penjara ini. Penjara yang sangat menyiksaku dan tak pernah membiarkan aku keluar untuk menikmati hidupku. Sudah cukup lelah aku membendung segala perasaan ini. Kini aku merasa, hati dan bibirku seperti langit dan bumi. Langit dan bumi yang selalu berbeda, mempunyai kelebihan masing-masing, dan tidak akan pernah bersatu.
          Hari terus berganti, siang terus menjadi malam , tapi kamu ? Kamu tak pernah beranjak sedetik pun dari pikiranku. Mungkin ada yang salah dengan mindset ku , yang selalu mengatur kamu dipikiranku. Bibirku selalu mengatakan, “Aku telah melupakannya. Dia hanyalah masa laluku.” Namun hatiku ? selalu berkata lain, seakan tak pernah setuju dengan bibirku. Tuhan menciptakan seluruh organ tubuh untuk saling melengkapi. Apa yang diucapkan oleh bibir itulah yang keluar dari hati. Namun seringkali bibirku mendustai hati ini.
Tolong hentikan aku mencintaimu ! Mengapa begitu sulit untuk melupakanmu ? Menjauh dari bayang tentangmu ? Tolong hentikan aku memikirkanmu ! Hentikan aku ! Aku ingin bahagia walau tak bersamamu, akan tetapi realita hidup seakan-akan memberitahuku bahwa, “Hanya kamu kebahagiaanku bukan yang lain.”
Mengapa kamu seperti sangat bahagia membuatku memikirkanmu ? Aku lelah ! Hentikan aku tuk berangan tentangmu ! Berangan tentangmu seperti membuat aku terlelap dalam mimpi semu.
 Ketika aku bermimpi tentangmu, aku tak ingin untuk bangun dan mengetahui kenyataan bahwa kamu bukanlah milikku lagi. Hentikkaaaaannn ! Aku ingin berteriak dikupingmu, membentakmu untuk menghentikanku. Tapi aku bukanlah siapa-siapa. Kita hanyalah anak manusia yang dunia sebut “MANTAN.” Hentikan aku tuk mempedulikanmu ! Kadang aku heran, “Mengapa aku tak berhenti mempedulikan kamu saat kamu sudah tak mempedulikanku ?” Aku merasa manusia terbodoh dimuka bumi ini ketika aku masih saja terus mempedulikan tentangmu. Dihati ini, selalu ada hasrat yang menggebu-gebu untuk tau tentangmu, walaupun sering aku penasaran bahkan tersakiti oleh apa yang ku buat itu.
Mataku seperti terbutakan dan tak bisa melihat orang yang disekelilingku. Seseorang yang mungkin mencintaiku lebih darimu. Seseorang yang mencintaiku seperti bagaimana aku mencintaimu. Tapi itu sungguh sulit bagiku. Aku tak tau sampai kapan aku akan terpenjara namun aku hanya berharap, suatu hari nanti , kan ada seseorang yang melepaskanku dari belenggu cinta ini

Sekian…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar