Jumat, 08 Juni 2012

datang dan pergi


Cinta selalu datang dan pergi tanpa ada seorang pun yang mengetahuinya. Datang dan perginya cinta tampak seperti semilir angin. Disebuah kota yang tak besar, disitulah ada cinta. Seorang wanita setia yang sangat mencintai kekasih hatinya yang telah menemaninya selama berbulan-bulan bahkan setahun. Seringkali ia merasa menjadi seseorang yang paling bodoh dimuka bumi ini, ketika ia sangat mencintai lelaki itu, namun lelaki itu seperti angin yang selalu saja hanya berlalu-lalang tanpa menampakkan dirinya. Mengusik hari wanita itu, mengusik hati dan pikirannya.
          Disaat ia dan lelaki itu sudah tak bersama, dan ia mempunyai pria lain yang lebih dari sebelumnya. Tetapi apalah dayanya, cinta tak dapat dipaksakan. Ternyata ia masih sangat mencintai pria itu, walaupun pria itu telah menyakitinya berulang kali bahkan menghianatinya. Ia bukan tak pernah berpikir untuk meninggalkan pria itu. Bibirnya mampu untuk berkata ia mampu namun hatinya ? Tidak !
          Jauh direlung hatinya yang terdalam, ia masih saja mencintai pria yang sudah menghianatinya. Jauh di bawah alam pikirannya, masih terus saja terngiang nama pria tersebut. Walau teman sepermainannya telah mengingatkannya berulang kali, akan tetapi ia tak dapat membohongi hatiinya.
          Hingga suatu saat, mereka kembali bersama. Belum lama setelah senyum bahagia itu menghiasi pipinya, lelaki itu kemudian pergi lagi dengan wanita lain. TEGAR, IKHLAS, itulah yang ia usahakan saat mengetahui hal tersebut. Tetapi ? kadang logika dan perasaan seperti jarak antar benua Asia dan Afrika, terlampau jauh untuk dipersatukan.       
          Saat wanita itu mulai bisa melupakan pria itu, seperti ingin selalu mengusik wanita tersebut, sang pria datang kembali. Datang dengan 1000 janji dan 1000 harapan yang mungkin saja akan menghancurkan wanita itu lagi. Sulit tuk dipungkiri, wanita itu masih mempertimbangkan pria itu walaupun diluar sana ada pria lain yang mencintainya. Hingga sampai suatu saat, titik dimana ia benar-benar menyadari bahwa cinta bukan untuk dipermainkan. Jika lelaki itu sungguh mencintainya, tentu saja ia takkan mempermainkan perasaan gadis itu.
          Dan kini gadis itu masih terus mencoba untuk melupakan pria tersebut. Terus dan terus mencoba walaupun tampak ada kabut tebal di hadapannya. Tetapi gadis itu percaya, “Saat kita mencoba dengan keteguhan hati dan tidak berputus asa, kita akan mendapatkannya walau harus dengan air mata.”

Sekian…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar