Cinta selalu datang dan pergi tanpa ada
seorang pun yang mengetahuinya. Datang dan perginya cinta tampak seperti
semilir angin. Disebuah kota yang tak besar, disitulah ada cinta. Seorang
wanita setia yang sangat mencintai kekasih hatinya yang telah menemaninya
selama berbulan-bulan bahkan setahun. Seringkali ia merasa menjadi seseorang
yang paling bodoh dimuka bumi ini, ketika ia sangat mencintai lelaki itu, namun
lelaki itu seperti angin yang selalu saja hanya berlalu-lalang tanpa
menampakkan dirinya. Mengusik hari wanita itu, mengusik hati dan pikirannya.
Disaat
ia dan lelaki itu sudah tak bersama, dan ia mempunyai pria lain yang lebih dari
sebelumnya. Tetapi apalah dayanya, cinta tak dapat dipaksakan. Ternyata ia
masih sangat mencintai pria itu, walaupun pria itu telah menyakitinya berulang
kali bahkan menghianatinya. Ia bukan tak pernah berpikir untuk meninggalkan pria
itu. Bibirnya mampu untuk berkata ia mampu namun hatinya ? Tidak !
Jauh
direlung hatinya yang terdalam, ia masih saja mencintai pria yang sudah
menghianatinya. Jauh di bawah alam pikirannya, masih terus saja terngiang nama
pria tersebut. Walau teman sepermainannya telah mengingatkannya berulang kali,
akan tetapi ia tak dapat membohongi hatiinya.
Hingga
suatu saat, mereka kembali bersama. Belum lama setelah senyum bahagia itu
menghiasi pipinya, lelaki itu kemudian pergi lagi dengan wanita lain. TEGAR,
IKHLAS, itulah yang ia usahakan saat mengetahui hal tersebut. Tetapi ? kadang
logika dan perasaan seperti jarak antar benua Asia dan Afrika, terlampau jauh
untuk dipersatukan.
Saat
wanita itu mulai bisa melupakan pria itu, seperti ingin selalu mengusik wanita
tersebut, sang pria datang kembali. Datang dengan 1000 janji dan 1000 harapan
yang mungkin saja akan menghancurkan wanita itu lagi. Sulit tuk dipungkiri,
wanita itu masih mempertimbangkan pria itu walaupun diluar sana ada pria lain
yang mencintainya. Hingga sampai suatu saat, titik dimana ia benar-benar
menyadari bahwa cinta bukan untuk dipermainkan. Jika lelaki itu sungguh
mencintainya, tentu saja ia takkan mempermainkan perasaan gadis itu.
Dan
kini gadis itu masih terus mencoba untuk melupakan pria tersebut. Terus dan
terus mencoba walaupun tampak ada kabut tebal di hadapannya. Tetapi gadis itu
percaya, “Saat kita mencoba dengan keteguhan hati dan tidak berputus asa, kita
akan mendapatkannya walau harus dengan air mata.”
Sekian…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar