Kadang aku tak tau bagaimana harus melangkah. Senyum indah
itu selalu menghiasi hari-hari gadis itu, menambah keindahan di pagi hari.
Senyum itu seperti menambah kencangnya detak jantungnya, sehingga seperti enggan
untuk berhenti berdetak. Tidak ada seorang pun yang mampu mendefinisikan
mengenai cinta bahkan seorang ilmuwan pun. Cinta bukanlah mengenai ilmu
pengetahuan namun mengenai anugerah Tuhan.
Seringkali Tuhan mempertemukan dua anak
manusia, untuk saling jatuh hati. Namun tak jarang juga, Tuhan mempertemukan
kedua anak manusia itu hanya untuk saling jatuh cinta namun tidak untuk
berjalan bersama mengarungi samudra hidup ini. Hitam dan putih, adalah dua
warna yang tak mungkin bisa dipersatukan, seperti itulah kedua anak manusia itu
dengan perbedaan yang mereka miliki. Kedua anak manusia itu tak mampu menahan
derasnya asmara dikala cinta bersemi diantara mereka.
Awalnya tak ada rasa yang aneh diantara
mereka, namun entah mengapa seiring berjalannya detik kehidupan, mereka pun
saling jatuh hati. Semakin lama, mereka pun semakin terhanyut pada cinta itu,
kemudian dekat dan terus dekat. Hingga pada suatu hari keturunan Adam itu
menyatakan perasaannya kepada gadis itu. Saat itu adalah saat yang paling
ditunggu oleh gadis tersebut, dan seperti tak mampu berbohong lagi, ia pun
langsung menerima pria itu.
Hari-hari gadis itupun terasa semakin
berwarna dan tak ada tangis disetiap harinya. Bahkan ia berpikir, “Dapatkah
kita berhenti diwaktu ini ?” Namun setelah hubungan itu berjalan dari hari ke
hari hingga mencapai hitungan bulan, Tuhan seperti enggan untuk merestui hubungan
itu. Siapapun yang memulai, maka ia juga yang akan mengakhirinya. Pria itupun
mengakhiri hubungannya bersama gadis itu dan menyatakan bahwa ia sudah tidak
mencintai gadis tersebut lagi. Bukan hal yang mudah bagi gadis itu ketika ia
harus mendengar pernyataan pria yang sangat ia cintai itu.
Tangisnya pun tak dapat tertahankan
lagi. Namun Tuhan sangat mencintai gadis itu sehingga ia memberi satu lagi
cobaan bagi gadis itu. Seorang sahabat dari gadis itu berkata padanya bahwa
pria itu pernah berkata kalau ia sangat mencintai gadis itu, akan tetapi apa
boleh buat tembok tinggi itu begitu kuat dan tak mampu untuk dirobohkan. Hati
gadis itu pun makin tak mampu menahan sesak.
Setiap detik, setiap helaan nafas gadis
itu, pria tersebut terlihat betah dipikiran dan hati gadis itu. Rasa rindu yang
tak mampu untuk dipungkiri. Sulit baginya untuk berhenti mencintai pria itu
apalagi saat mengetahui pria itu sedang digosipkan dengan gadis lain. Rasa
cemburu pun tampak ingin hadir dalam hidupnya. Walaupun telah mencoba tegar,
tetapi rasa cemburu itu terus mengusiknya hingga membuatnya sekali lagi
terhanyut dalam kesedihan dan kenangan. Terasa begitu cepat pria itu
meninggalkannya, dan terasa seperti baru kemarin mereka saling menyatakan
cinta. Kata orang, “Semua akan sembuh seiring berjalannya waktu.” Tetapi waktu
seperti berhenti berjalan saat pria tersebut pergi. Namun satu hal yang
dipercayai gadis itu, tak ada hal yang mustahil. Perlahan tapi pasti, ia pun
mulai dapat melupakan pria tersebut walaupun pria tersebut belum sepenuhnya
pergi dari hati dan pikirannya. Hidup haruslah terus berjalan, itulah yang
membuat gadis itu menjadi kuat untuk terus melangkah.
Sekian…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar