Jumat, 08 Juni 2012

Senyum itu :)


Kadang aku tak tau bagaimana harus melangkah. Senyum indah itu selalu menghiasi hari-hari gadis itu, menambah keindahan di pagi hari. Senyum itu seperti menambah kencangnya detak jantungnya, sehingga seperti enggan untuk berhenti berdetak. Tidak ada seorang pun yang mampu mendefinisikan mengenai cinta bahkan seorang ilmuwan pun. Cinta bukanlah mengenai ilmu pengetahuan namun mengenai anugerah Tuhan.
        Seringkali Tuhan mempertemukan dua anak manusia, untuk saling jatuh hati. Namun tak jarang juga, Tuhan mempertemukan kedua anak manusia itu hanya untuk saling jatuh cinta namun tidak untuk berjalan bersama mengarungi samudra hidup ini. Hitam dan putih, adalah dua warna yang tak mungkin bisa dipersatukan, seperti itulah kedua anak manusia itu dengan perbedaan yang mereka miliki. Kedua anak manusia itu tak mampu menahan derasnya asmara dikala cinta bersemi diantara mereka.
        Awalnya tak ada rasa yang aneh diantara mereka, namun entah mengapa seiring berjalannya detik kehidupan, mereka pun saling jatuh hati. Semakin lama, mereka pun semakin terhanyut pada cinta itu, kemudian dekat dan terus dekat. Hingga pada suatu hari keturunan Adam itu menyatakan perasaannya kepada gadis itu. Saat itu adalah saat yang paling ditunggu oleh gadis tersebut, dan seperti tak mampu berbohong lagi, ia pun langsung menerima pria itu.
        Hari-hari gadis itupun terasa semakin berwarna dan tak ada tangis disetiap harinya. Bahkan ia berpikir, “Dapatkah kita berhenti diwaktu ini ?” Namun setelah hubungan itu berjalan dari hari ke hari hingga mencapai hitungan bulan, Tuhan seperti enggan untuk merestui hubungan itu. Siapapun yang memulai, maka ia juga yang akan mengakhirinya. Pria itupun mengakhiri hubungannya bersama gadis itu dan menyatakan bahwa ia sudah tidak mencintai gadis tersebut lagi. Bukan hal yang mudah bagi gadis itu ketika ia harus mendengar pernyataan pria yang sangat ia cintai itu.
        Tangisnya pun tak dapat tertahankan lagi. Namun Tuhan sangat mencintai gadis itu sehingga ia memberi satu lagi cobaan bagi gadis itu. Seorang sahabat dari gadis itu berkata padanya bahwa pria itu pernah berkata kalau ia sangat mencintai gadis itu, akan tetapi apa boleh buat tembok tinggi itu begitu kuat dan tak mampu untuk dirobohkan. Hati gadis itu pun makin tak mampu menahan sesak.
        Setiap detik, setiap helaan nafas gadis itu, pria tersebut terlihat betah dipikiran dan hati gadis itu. Rasa rindu yang tak mampu untuk dipungkiri. Sulit baginya untuk berhenti mencintai pria itu apalagi saat mengetahui pria itu sedang digosipkan dengan gadis lain. Rasa cemburu pun tampak ingin hadir dalam hidupnya. Walaupun telah mencoba tegar, tetapi rasa cemburu itu terus mengusiknya hingga membuatnya sekali lagi terhanyut dalam kesedihan dan kenangan. Terasa begitu cepat pria itu meninggalkannya, dan terasa seperti baru kemarin mereka saling menyatakan cinta. Kata orang, “Semua akan sembuh seiring berjalannya waktu.” Tetapi waktu seperti berhenti berjalan saat pria tersebut pergi. Namun satu hal yang dipercayai gadis itu, tak ada hal yang mustahil. Perlahan tapi pasti, ia pun mulai dapat melupakan pria tersebut walaupun pria tersebut belum sepenuhnya pergi dari hati dan pikirannya. Hidup haruslah terus berjalan, itulah yang membuat gadis itu menjadi kuat untuk terus melangkah.

Sekian…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar