Kedua
matamu sungguhlah indah, bahkan kata-katapun tak mampu menggambarkannya Mataku
terus saja ingin memandangmu, dan jauh menatap matamu. Namun kamu ? seperti tak
pernah ingin menatapku, ataupun hanya memandangku sejenak. Matamu seperti
enggan untuk melihatku, dan terus memalingkan wajahmu dari pandanganku.
Kamu terus berlari, dan terus berlari
seakan-akan tidak pernah mempedulikan diri ini. Setiap malam aku selalu
berpikir, “Mengapa kamu sangat enggan untuk menengokku bahkan hanya sejenak pun
kamu seakan-akan tak ingi ?” Pandang aku ! Lihat aku ! Pedulikan aku ! Tengok
hati ini ! aku seperti ini menggoyangkan badanmu, dan berkata seperti itu
dengan nada tinggi. Tapi ? Kamu tak pernah memberi aku waktu, walaupun hanya
sedetik.
Kamu selalu pergi, mencari dan terus
mencari cintamu yang semu. Tak pernahkah kamu berpikir bahwa ada seseorang yang
mencintaimu dengan tulus ? Apakah kamu tak dapat melihat ? Aku ingin berhenti
memandangmu, namun mataku berkata lain. Ia selalu ingin memandangmu, melihatmu
dan menatap gerak-gerikmu. Melihat matamu selalu menghanyutkan aku kedalam
lembah yang terdalam dan tak mengizinkan aku untuk kembali ke atas lembah itu.
Pergi
! Pergi ! Apakah kamu tidak lelah untuk membuatku selalu memandangmu ?
Sedangkan kamu tak pernah memandangku walaupun hanya sedetik dihidup ini ! Pandanganku
selalu terhenti dikamu, tak pernah berubah sejak beberapa bulan lalu hingga
sampai titik dimana kamu pergi.
Amnesia, ya amnesia ! Jika aku boleh
mengalami itu, aku sungguh ingin . Agar aku dapat melupakanmu, melupakan bagaimana
cara aku memandangmu dan bagaimana cara aku mencintaimu dari tulus hati ini.
Rasanya aku ingin menerjunkanmu dari lantai teratas sehingga aku tidak dapat
memandangmu lagi seperti kamu yang tak pernah memandangku. Mungkin inilah jalan
takdirku, memandang seseorang yang tak pernah memandangku. Aku akan terus
mengagumimu walau kamu tak pernah tau itu.
Sekian…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar