Selasa, 19 Juni 2012

Kamu bukan (lagi) untukku


          Kadang apa yang dipikirkan oleh seorang gadis kecil itu benar. Apa yang diperkirakannya ternyata benar. Dengan wajah yang cukup kaget, gadis kecil itu terus memandangi handphonenya dan terus membaca berulang-ulang pesan dari seseorang. Seseorang itu mengatakan padanya bahwa lelaki yang (masih) dicintai gadis itu telah memiliki orang lain, lebih tepatnya sedang dalam proses yang pernah dilaluinya pula. Gadis itu terlalu bingung untuk mengekspresikan apa yang dirasakannya, dia hanya bisa tersenyum kecil sambil mengelus dada.
          Sesak semakin terasa dan rasa tak percaya pun semakin memuncak. Kini lelaki itu benar-benar telah melupakannya, dan telah mencari sosok untuk menemaninya. Tak lama setelah membaca hal itu, ia pun segera memberitahu pada teman-teman curhatnya. Syukurlah, teman-teman gadis itu mampu membuatnya menjadi lebih tegar. Cukup sulit baginya untuk (berpura-pura) tegar, kemudian merekahkan senyum dipipi mungilnya itu. Gadis kecil itu kehilangan kata-kata, seketika ia menjadi seorang yang sangat pendiam.
          Ada rasa penyesalan mengapa dia mempertanyakan hal itu pada orang yang terpercaya namun disisi lain, jika ia tak mengetahuinya mulai dari saat itu, ia akan jauh lebih sakit dari padasaat itu. “Setidaknya mulai saat ini aku bisa mempersiapkan diriku terutama hatiku,” kata gadis itu dalam hatinya. Mungkin mempersiapkan hati dan mental untuk kompetisi memang sulit namun mempersiapkan hati dan diri untuk melihat seseorang yang penting baginya telah memiliki orang lain jauh, sangat jauh lebih sulit.
          Gadis kecil itu semakin tak tau arah, dan apa yang harus dilakukannya. Gadis itu masih saja melihat gariswaktu pria itu, dan sekarang melihat sosok wanita itu bahkan orang-orang yang mempunyai hubungan dengan pria dan wanita itu. Gadis itu tak tau bagaimana caranya untuk berhenti mempedulikan semuanya, berhenti memikirkannya, ataupun hal-hal lainnya. Bahkan ia tak tau apakah disaat ini semua terjadi seperti perkiraannya, ia akan sanggup untuk melihatnya.
          Ya semoga saja, semoga gadis itu akan sanggup melewati semuanya. Melewati dengan hati yang (cukup) tegar dan mampu merekahkan senyum dipipinya saat melewati semuanya. Ia hanya berharap, walaupun lelaki itu telah meninggalkannya namun lelaki itu tetap mengingat tentangnya ataupun kenangan mereka. Walaupun hanya memberi ucapan ulang tahun pada gadis itu saat gadis itu genap pada usia yang cukup dewasa baginya .

Sekian…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar