Dikeheningan
malam, aku selalu stalking di gariswaktumu. Tak pernah bosan ataupun jenuh. Gariswaktumu
seperti mempunyai pesona tersendiri, yang selalu mengalihkan pandanganku. Tak
tau kenapa, aku selalu penasaran dengan apa yang kamu tulis. Karena hanya
dengan itu, aku dapat mengetahui kabarmu, dan mengenai kisah cintamu. Sakit tak
dapat kuhindari, sesak selalu mengiringiku. Saat aku mencoba melihat
gariswaktumu, tak sengaja aku mengetahui gosip tentangmu yang akupun bingung
mengenai kebenarannya. Inginku bertanya padamu mengenai itu, namun aku tak
mempunyai kuasa untuk itu. Aku berusaha tegar, menyembunyikan sesak yang ku
rasakan.
Gariswaktumu selalu menyimpan cerita
yang penuh dengan tanya. Yang hanya bisa ku pendam jauh didasar hatiku.
Membuatku gelisah, seperti tak tau arah lagi untuk meneruskannya. Tetapi dibalik
semua itu, aku rindu mentionmu dengan memanggilku, “sayang.” Mungkin panggilan
itu akan kamu sebutkan untuk wanita lain. Entah mengapa aku rindu dengan
permainan kata-katamu yang selalu membuatku lupa diri. Baiklah, aku rela
melepasmu. Kini kita mulai dapat mencari pengganti, walaupun tak akan ku jumpai
sepertimu lagi.
Rasanya aku ingin menekan tombol block
di profilku, atau menekan unfollow. Tetapi sulit bahkan sungguh sulit untuk itu.
Tak melihat gariswaktumu seperti ada yang kurang walau kadang itu menyesakkan
bahkan menyakitkan hati ini. Aku bahagia melihatmu bahagia, walaupun itu hanya
kebohongan semata.
Sekian
..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar