Sebuah anugerah
Tuhan yang begitu indah. Tak ada seorang manusia pun yang kuasa untuk menahan
anugerah tersebut ataupun menghindari semua gejolak rasa itu bahkan mengusir
rasa itu dari hatinya. Rasa itu hadir tanpa memilih kapan dan kepada siapa.
Walaupun dimensi waktu itu telah berbeda, antara ruang waktu masa lalu dan masa
kini.
Fajar
pun telah menyingsing, menyilaukan setiap mata yang memandangnya dan menyambut
senyuman pagi seorang gadis manis SMA yang bernama Davina. Hubungan yang
dulunya hanyalah sebagai teman, kini telah berganti menjadi kekasih hati.
Itulah yang dirasakan oleh Davina. Awalnya Davina dan Putra hanyalah sepasang
teman sepermainan namun telah berganti menjadi sepasang hati yang terikat dalam
cinta.
Ditengah
rajutan asmara yang terasa sempurna itu, seakan-akan seperti ada petir yang
datang dalam hubungan Davina dan Putra. Tak pernah dibayangkan oleh Davina,
seseorang yang hidup dimasa lalu Davina pun kembali hadir, menawarkan cinta
yang pernah hadir diantara mereka. Davina pun menceritakan hal itu kepada teman
sepermainannya. Semua teman sepermainan Davina pun sangat kaget dan tak mampu
memberikan komentar.
Bimbang
dan gelisah, seperti enggan pergi dari hati Davina. Pergolakkan pun terjadi,
keputusan yang akan memberikan dampak terhadap siapapun. Jika Davina memilih
salah satu diantara Putra atau Andi, akan ada hati yang tersakiti dan jika ia
memilih untuk melepaskan keduanya, ia pun merasa takkan sanggup. Bukanlah hal
yang mudah bagi Davina harus memilih kedua orang yang hadir dalam hidupnya pada
ruang waktu yang berbeda. Davina pun merenungi, siapakah yang harus dipilihnya,
apakah Andi ataukah Putra ? Jika ia boleh memilih , ia akan memilih untuk tidak
berada pada posisi tersebut, namun apalah kuasa Davina menahan rencana dari
Sang Pemberi anugerah tersebut.
Keesokan
harinya, setelah direnunginya selama semalam penuh. Ia pun mengambil suatu
keputusan yang menurutnya adalah yang terbaik untuk saat itu walaupun akan
menyakiti seseorang. Dengan berat hati dan dengan keteguhan hatinya, ia pun
memilih untuk melepaskan cinta yang menemaninya selama beberapa bulan terakhir
dan kemudian memilih cinta yang hidup di masa lalunya. Davina pun memanggil
Putra walaupun sebenarnya dia tidak tega untuk melepaskannya. Namun itulah yang
dinamakan hidup, hidup adalah ketika kita harus memilih diantara berbagai
pilihan yang sangat sulit, itulah kata-kata yang cocok bagi Davina
Waktu
pun seperti berhenti saat itu, dan seperti enggan untuk berjalan kembali. Dinda pun segera menyatakan
itu kepada Putra. Air mata pun tak tertahankan saat itu, seperti memaksa untuk
dilinangkan dipipi Davina. Namun dengan keteguhan hati, Putra pun menerima
keputusan dari seseorang yang sangat di cintainya walaupun terasa sungguh berat
untuk melepaskan Davina. Senyum pun diberikan oleh Putra saat keluar dari kelas
tersebut. Kemudian pecah lah tangis Davina dan teman-teman lainnya, karena tak
tega melihat Putra. Davina pun merasa sangat bersalah, namun ia tak mampu
menahan semuanya.
Setelah
ia memutuskan Putra, hubungannya bersama Andi pun semakin dekat. Tak lama
kemudian mereka pun menyambung kembali hubungan cinta tersebut. Di lubuk hati
terdalam, Davina hanya mampu berharap, Andi yang dipilihnya takkan mengecewakan
dirinya lagi seperti di masa lalu karena sulit baginya untuk melepaskan Putra
kemudian memilih masa lalunya. Semoga apa yang dipilih oleh Davina adalah
pilihan yang terbaik. Sekian..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar