Jumat, 08 Juni 2012

ketika cinta memilih


Sebuah anugerah Tuhan yang begitu indah. Tak ada seorang manusia pun yang kuasa untuk menahan anugerah tersebut ataupun menghindari semua gejolak rasa itu bahkan mengusir rasa itu dari hatinya. Rasa itu hadir tanpa memilih kapan dan kepada siapa. Walaupun dimensi waktu itu telah berbeda, antara ruang waktu masa lalu dan masa kini.
          Fajar pun telah menyingsing, menyilaukan setiap mata yang memandangnya dan menyambut senyuman pagi seorang gadis manis SMA yang bernama Davina. Hubungan yang dulunya hanyalah sebagai teman, kini telah berganti menjadi kekasih hati. Itulah yang dirasakan oleh Davina. Awalnya Davina dan Putra hanyalah sepasang teman sepermainan namun telah berganti menjadi sepasang hati yang terikat dalam cinta.
          Ditengah rajutan asmara yang terasa sempurna itu, seakan-akan seperti ada petir yang datang dalam hubungan Davina dan Putra. Tak pernah dibayangkan oleh Davina, seseorang yang hidup dimasa lalu Davina pun kembali hadir, menawarkan cinta yang pernah hadir diantara mereka. Davina pun menceritakan hal itu kepada teman sepermainannya. Semua teman sepermainan Davina pun sangat kaget dan tak mampu memberikan komentar.
          Bimbang dan gelisah, seperti enggan pergi dari hati Davina. Pergolakkan pun terjadi, keputusan yang akan memberikan dampak terhadap siapapun. Jika Davina memilih salah satu diantara Putra atau Andi, akan ada hati yang tersakiti dan jika ia memilih untuk melepaskan keduanya, ia pun merasa takkan sanggup. Bukanlah hal yang mudah bagi Davina harus memilih kedua orang yang hadir dalam hidupnya pada ruang waktu yang berbeda. Davina pun merenungi, siapakah yang harus dipilihnya, apakah Andi ataukah Putra ? Jika ia boleh memilih , ia akan memilih untuk tidak berada pada posisi tersebut, namun apalah kuasa Davina menahan rencana dari Sang Pemberi anugerah tersebut.
          Keesokan harinya, setelah direnunginya selama semalam penuh. Ia pun mengambil suatu keputusan yang menurutnya adalah yang terbaik untuk saat itu walaupun akan menyakiti seseorang. Dengan berat hati dan dengan keteguhan hatinya, ia pun memilih untuk melepaskan cinta yang menemaninya selama beberapa bulan terakhir dan kemudian memilih cinta yang hidup di masa lalunya. Davina pun memanggil Putra walaupun sebenarnya dia tidak tega untuk melepaskannya. Namun itulah yang dinamakan hidup, hidup adalah ketika kita harus memilih diantara berbagai pilihan yang sangat sulit, itulah kata-kata yang cocok bagi Davina
          Waktu pun seperti berhenti saat itu, dan seperti enggan untuk  berjalan kembali. Dinda pun segera menyatakan itu kepada Putra. Air mata pun tak tertahankan saat itu, seperti memaksa untuk dilinangkan dipipi Davina. Namun dengan keteguhan hati, Putra pun menerima keputusan dari seseorang yang sangat di cintainya walaupun terasa sungguh berat untuk melepaskan Davina. Senyum pun diberikan oleh Putra saat keluar dari kelas tersebut. Kemudian pecah lah tangis Davina dan teman-teman lainnya, karena tak tega melihat Putra. Davina pun merasa sangat bersalah, namun ia tak mampu menahan semuanya.
          Setelah ia memutuskan Putra, hubungannya bersama Andi pun semakin dekat. Tak lama kemudian mereka pun menyambung kembali hubungan cinta tersebut. Di lubuk hati terdalam, Davina hanya mampu berharap, Andi yang dipilihnya takkan mengecewakan dirinya lagi seperti di masa lalu karena sulit baginya untuk melepaskan Putra kemudian memilih masa lalunya. Semoga apa yang dipilih oleh Davina adalah pilihan yang terbaik. Sekian.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar