Detik
waktu tak pernah akan berhenti. Detik akan selalu menjadi menit, menit pun akan
selalu menjadi jam. Hari akan terus berganti, menjadi bulan bahkan tahun. Sering
aku berpikir untuk kembali ke masa lampau. Dimana aku dapat menikmati hidupku
tanpa beban sedikitpun. Kamu bukanlah beban tetapi kenangan yang kamu
tinggalkan, itulah beban hati dan pikiranku. Jika boleh aku kembali ke masa
indah itu, sejenak saja. Aku masih ingin menikmati masa indah itu bersamamu
yang kini telah menjadi sebuah nama yaitu KENANGAN.
Hidup adalah nasib dan nasib adalah
takdir. Jika aku boleh meminta kepada Tuhan, izinkan aku meminta padaNya untuk
menjadi masa depanmu bukan masa lalumu. Masa lampau, masa kini dan masa depan
adalah dimensi waktu yang berbeda yang tak pernah mungkin untuk diputar kembali
maupun dipercepat. Waktu bukanlah seperti radio yang dapat dipermainkan.
Sejenak aku berpikir untuk membunuh masa laluku Namun dimasa itu ada seseorang
yang tak dapat dibunuh, yang telah meninggalkan luka yang cukup menelusuk hati
ini. Sejenak saja bersamamu sudah dapat membuat aku tersenyum menahan sesak
hati.
Kembali ! Kembali ! Kembali !
kembalilah walau hanya sejenak. Aku ingin bersamamu walau hanya sejenak. Namun
jika memang kamu tak akan pernah kembali dalam hidup ini, tolong pergi ! Pergi
dari hidupku, pergi dari pikiranku, pergi dari hatiku, sudah cukup air mataku
mengalir untukmu. Sudah cukup hatiku teriris karena tak dapat bersamamu.
Mungkin Tuhan belum mau mempersatukan
kita. Namun hidup masihlah panjang, dan mimpi akan selalu ku taburkan dalam
perjalanan hidupku. Hanya satu mimpi terbesarku, aku bisa berjodoh denganmu
walaupun saat ini kita tak bersama dan terpisah oleh jarak. Namun hanya Tuhan
yang tau perasaan apa yang pernah ada diantara dua anak manusia yang lemah ini.
Sekian..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar