Jumat, 08 Juni 2012

sejenak saja


Detik waktu tak pernah akan berhenti. Detik akan selalu menjadi menit, menit pun akan selalu menjadi jam. Hari akan terus berganti, menjadi bulan bahkan tahun. Sering aku berpikir untuk kembali ke masa lampau. Dimana aku dapat menikmati hidupku tanpa beban sedikitpun. Kamu bukanlah beban tetapi kenangan yang kamu tinggalkan, itulah beban hati dan pikiranku. Jika boleh aku kembali ke masa indah itu, sejenak saja. Aku masih ingin menikmati masa indah itu bersamamu yang kini telah menjadi sebuah nama yaitu KENANGAN.
          Hidup adalah nasib dan nasib adalah takdir. Jika aku boleh meminta kepada Tuhan, izinkan aku meminta padaNya untuk menjadi masa depanmu bukan masa lalumu. Masa lampau, masa kini dan masa depan adalah dimensi waktu yang berbeda yang tak pernah mungkin untuk diputar kembali maupun dipercepat. Waktu bukanlah seperti radio yang dapat dipermainkan. Sejenak aku berpikir untuk membunuh masa laluku Namun dimasa itu ada seseorang yang tak dapat dibunuh, yang telah meninggalkan luka yang cukup menelusuk hati ini. Sejenak saja bersamamu sudah dapat membuat aku tersenyum menahan sesak hati.
          Kembali ! Kembali ! Kembali ! kembalilah walau hanya sejenak. Aku ingin bersamamu walau hanya sejenak. Namun jika memang kamu tak akan pernah kembali dalam hidup ini, tolong pergi ! Pergi dari hidupku, pergi dari pikiranku, pergi dari hatiku, sudah cukup air mataku mengalir untukmu. Sudah cukup hatiku teriris karena tak dapat bersamamu.
          Mungkin Tuhan belum mau mempersatukan kita. Namun hidup masihlah panjang, dan mimpi akan selalu ku taburkan dalam perjalanan hidupku. Hanya satu mimpi terbesarku, aku bisa berjodoh denganmu walaupun saat ini kita tak bersama dan terpisah oleh jarak. Namun hanya Tuhan yang tau perasaan apa yang pernah ada diantara dua anak manusia yang lemah ini.

Sekian..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar